Latest Entries »

CTENOPHORA

Phylum Platyhelminthes

Pengelompokan jasad hidup
Jasad hidup à seluler dan non seluler
-Seluler tersusun atas satuan (unit) berupa sel à mempunyai komponen sub seluler dan organel yang terorganisasi secara padu

contoh: bakteri, jamur, tumbuhan, hewan

-Non seluler

contoh: virus, bakteriofag

Virus adalah parasit obligat à menunjukkan ciri2

kehidupan jika dalam sistem biologis yang sesuai

•Organisasi sel menentukan fungsi sel tersebut
•Perubahan lingkungan dapat menyebabkan perubahan fungsi sel

contoh: apabila komposisi dasar sel yang berupa DNA mengalami mutasi maka akan terjadi perubahan fungsi seluler ditandai dengan gejala pertumbuhan sel yang tidak terkendali

 

Tetapi pada beberapa kejadian perubahan

tersebut tidak diikuti perubahan fungsi seluler

secara nyata karena terjadi silent mutation

•Berdasarkan satuan dasar individu
-Uniseluler
-Multiseluler
•Berdasarkan organisasi dan struktur rinci sel
-Prokariot

# belum ada pembagian ruang (kompartementalisasi)

diantara komponen sel à semua organel sel termasuk

bahan genetik terletak di dalam sitoplasma

# belum ada membran inti sel/nukleus sehingga bahan

genetik mempunyai hubungan langsung dengan

komponen lain dalam proses ekspresi genetik

-Eukariot

Komponen sel lebih teratur karena sudah ada

pembagian ruang yang jelas antara komponen sel

•Eukariot à tingkat rendah & tingkat tinggi

perbedaan dasar: diferensiasi sel pada eukariot

tingkat tinggi

# eukariot tingkat rendah berdasarkan satuan dasar individu à bersel tunggal (S. cerevisiae) & bersel banyak (Penicillium)

•Domain jasad hidup baru: Archaea

sebelumnya dimasukkan ke dalam kelompok pro

kariot namun sifat molekuler menyerupai eukariot

Archaea = jasad hidup ekstremophile

(hidup dalam kondisi ekstrem)

•Jasad hidup à tanda kehidupan
à Seluler (terdiri dari sel) dan non seluler

 

# Doktrin Sel (Robert Hooke 1635-1703) #

“semua sel berasal dari sel yang sudah ada sebe

lumnya dan masing-masing sel mempunyai sis-

tem kehidupan sendiri”

 

•Komponen kimiawi utama sel berupa protein, asam nukleat, lemak, dan polisakarida
•Semua jasad hidup di alam tersusun atas komponen tersebut namun dengan komposisi berbeda
•Sel adalah satuan yang dinamis = berubah
•Perubahan sel à pertambahan ukuran dan volume serta perubahan fungsi contoh karena diferensiasi
•Sel, ditinjau dari segi metabolisme, merupakan suatu sistem kimiawi à sel melakukan transfor masi nutrisi menjadi energi yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan
•Fungsi utama sel:

1. Piranti kimiawi yang melakukan proses metabo

lisme

2. Piranti penyimpan kode informasi biologis yang

akan diturunkan ke anakannya

PROKARIOT

•Tidak memiliki membran inti sel
•Struktur utama:
-Dinding sel
-Membran plasma sel
-Ribosom
-Bahan genetik à tidak ada dalam organel khusus
•Misal: E.coli, Salmonella typhimurium
EUKARIOT
•Sudah ada pembagian ruang yang jelas di dalam sel à macam-macam organel sel punya fungsi khusus
•Mitokondria
•RE kasar dan RE halus
•Badan golgi
•Kloroplas
•Vakuola
VIRUS
•Partikel dengan bahan genetik?
•Kapsid = protein
•Virus = parasit obligat

 

Partikel yang lebih sederhana: viroid dan prion

•Viroid à molekul kecil RNA, 359 basa nukleotida, tidak diselubungi protein à virus pada tanaman kentang
•Prion à molekul kecil protein yang tidak punya asam nukleat: proteinaceus infectious particle

 

 

 

* Klasifikasi

Penyederhanaan obyek  à Klasifikasi

Klasifikasi  à Keseragaman sifat

Keseragaman sifat  à Takson

Klasifikasi pada kategori

Takson à dinamai (KITT)

Peringkat dari takson à Kategori

 

* Sistem Klasifikasi

Sistem Klasifikasi Buatan

(Artificial Classification System),

Sistem Klasifikasi Alam

(Natural Classification System),

Sistem Klasifikasi Filogeni (Phyllogenetic Classification System),
Sistem klasifikasi kontemporer (Contemporary Classification System).
* Sejarah perkembangan sistem klasifikasi
Periode Sistem Habitus

(Abad 4 S.M. –Abad 17)

Periode Sistem Numerik

(permulaan abad 18)

Periode Sistem Klasifikasi berdasarkan kesamaan bentuk atau Sistem Alam

(akhir abad 18-pertengahan abad 19)

Periode Sistem Filogenetik

(Pertengahan abad 19-sekarang)

 

* Perbedaan kategori dan takson

KATEGORI                                                              TAKSON

Divisi                                                                         Spermatophyta

Kelas                                                                         Dicotyledonae

Bangsa                                                                      Solanales

Suku                                                                          Solanaceae

Marga                                                                       Capsicum

Jenis                                                                         C. annuum

Varietas

Forma

 

* 25 Kategori

1.Regnum  : Dunia
2.Sub regnum: anak dunia
3.Divisio   : Divisi
4.Subdivisio: anak divisi
5.Classis   : Kelas
6.Subclassis: Anak kelas
7.Ordo  : Bangsa
8.Subordo  : Anak Bangsa
9.Familia  : Suku
10.Subfamilia: Anak Suku
11.Tribus  : Tribus
12.Subtribus: Anak Tribus
13.Genus  : Marga
14.Subgenus: Anak Marga
15.Sectio: Seksi
16.Subsectio: anak seksi
17.Series  : Seri
18.Subseries: Anak seri
19.Species  : Jenis
20.Subspecies: Anak jenis
21.Varietas  : Varietas
22.Subvarietas: Anak varietas
23.Forma  : bentuk
24.Subforma: Anak bentuk
25.Individuum: individu
* Identifikasi

Identifikasi à Perbedaan sifat

Penentuan nama takson tumbuhan dan

penempatannya di dalam klasifikasi

Penting: untuk melihat jati diri

Dalam identifikasi yang dilihat adalah

perbedaan sasaran adalah nama takson

C. annuum dan C. frutescens

 

* Tata nama

nTatanama (Nomenclature)  berasal dari bahasa Latin nomen (nama) dan calare (menyebut).
nBerisi prinsip-prinsip yang berasal dari aturan yang dikembangkan dan diadopsi dari Kongres Internasional Botani (The International Botanical Congresses).
nPeraturan Tatanama secara formal tercantum dalam the International Code of Botanical Nomenclature.
nTujuan utama: mendapatkan satu nama yang benar untuk masing-masing takson.
* Karakter dalam taksonomi
nDibagi menjadi 2: Sifat dan ciri
nCiri: wujud yang merupakan ekspresi sifat yang dapat dibobot
nSifat:pertanda yang mengacu pada bentuk, susunan dan tata letak organ tumbuhan
nSifat sintesis
nSifat analitik
nSifat kualitatif
nSifat kuantitatif
*Bukti taksonomi

Sifat-sifat yang dapat digunakan dalam klasifikasi à Bukti Taksonomi

 

Morfologi  Protein

Anatomi  DNA/RNA

Embriologi  Metabolit sekunder

Palinologi  Ekologi

Kromosom  Fitokimia dll.

 

Kerja                                               Asas                                            Sasaran

Klasifikasi                           Persamaan sifat                      Kategori dan takson

Tatanama                           Setiap takson diberi              Tingkatan takson

nama sesuai

tingkatannya

Identifikasi                         Perbedaan sifat                      Nama takson

Hubungan                           Persamaan dan                        Jauh dekat

Kekerabatan                        perbedaan

 

 

 

 

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi Tugas

Mata Kuliah: Morfologi Tumbuhan

Dosen Pengampu: Lianah, M.Pd

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh:

  1. 1.     Hisyam Ali          (113811063)
  2. 2.     Bagus Muryanto (113811064)
  3. 3.     Kamal Nabhan   (113811066)

 

FAKULTAS TARBIYAH

IAIN WALISONGO SEMARANG

 

2012

BAB   I

PENDAHULUAN

 

  1. LATAR BELAKANG MAKALAH

Alam terbentuk semata mata bukan karena kebetulan yang tidak disengaja, atau hanya terbentuk dari suatu ketiadaan menjadi sesuatu yang ada. Namun alam tercipta karena ada suatu Zat yang Maha Agung yang mengatur “Robb” dan menskenario hingga terbentuk sedemikian  rupa dengan segala keteraturan.

وهو على كل شيء قدرا

“ dan Dia berkuasa “

Melalui alam semesta beserta isinya,Tuhan berkreasi dan menampakan sifat keagunganNya. Tidak hanya melalui hal-hal yang besar seperti langit saja,yang sampai sekarang membuat takjub para ilmuwan yang mempelajarinya, namun melalui hal-hal kecil dan sering dipandang remeh pun Tuhan memperlihatkan kesempurnaan kreasi-Nya.  Hingga bagi mereka yang dapat melihat dan menyibak tabir ketuhanan yang terdapat didalam ciptaan-Nya mereka tak henti-hentinya mengucapkan

ربنا ما خلقت هذا باطلا

“ wahai Tuhan …tidaklah engkau menciptakan semua ini bathil “

 

Kesempurnaan kreasi Tuhan tidak hanya terlihat dari rumitnya penciptaan bintang  bintang dan seluruh isi alam angkasa luar yang begitu hebat. Dia pun menampakannya dalam bentuk  tumbuh-tumbuhan serta hewan dan alam disekitar kita.

ان في خلق السموات والارض واختلاف اليل والنهار لايات لاولى الالباب 

 

1

“ Dan sungguh dalam penciptaan langit dan bumi serta dalam pergantian siang dan malam ada tanda tanda ( keagunganNya )bagi orang orang yang berakal “

Ayat diatas merupakan cuplikan ayat dalam Al qur’an yang mengisyaratkan kepada kita untuk berfikir dan merenungi ciptaan Allah. Karena lewat media alamlah kita lebih mengenal dan mempertebal iman kita.

Berangkat dari ayat tersebut melalui makalah ini penyusun mengajak para pembaca untuk bersama sama menyelami samudra keindahan dan keagungan kreasi ciptaNya.Bertafakur dan mempelajarinya. Namun untuk membatasi ruang bahasan makalah ini, penyusun lebih mengfokuskan pada keunikan morfologi tumbuhan saja.

Sebagaimana kita ketahui bahwa sejatinya tumbuhan hanya memiliki bagian pokok penting yang menunjang kelangsungan hidup tumbuhan. Bagian pokok tersebut adalah radix, caulis,dan foulis. Namun pada beberapa tumbuhan tertentu ada yang memiliki bentuk bentuk lain yang sangat unik dan memiliki kegunaan khusus. Pada beberapa tumbuhan, Tuhan melengkapi atau memodifikasi bentuk suatu tubuh utama guna memberikan daya survive untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan keturunannya pada tumbuhan tersebut .

Sebagai contoh pada tumbuhan jahe yang terdapat suatu keunikan berupa rhizome yaitu suatu batang beserta daun yang bermetamorfosis atau berubah bentuk menjadi seperti akar, serta beberapa tumbuhan yang memiliki duri sebagai pelindung.

Semoga makalah yang sederhana ini dapat menambah ilmu serta iman kita semua karena ilmu tanpa dilandasi iman akan menimbulkan kerusakan dan kesombongan, sedangkan Iman tanpa ditunjang ilmu akan lemah.

  1. TUJUAN MAKALAH

Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah :

a)      Mengungkap keunikan kreasi Tuhan yang terdapat pada morfologi tumbuhan

b)      Memaparkan deskripsi berbagai macam metamorphosis pada bagian bagian tumbuhan

c)      Mengelompokkan berbagai macam bentuk metamorphosis tersebut

  1. RUMUSAN MASALAH

a)      Keunikan apa saja yang terdapat dalam bagian tubuh tumbuhan

b)      Bentuk metamorphosis apa saja yang terdapat pada tumbuhan

c)

2

Berasal dari bagian tubuh apakah bentuk bentuk metamorphosis tersebut

BAB    II

PEMBAHASAN

 

Sebuah tumbuhan pada dasarnya memiliki bagian pokok berupa daun batang dan akar. Namun jika kita perhatikan dan amati ada beberapa tumbuhan yang memiliki bentuk selain tiga hal tersebut  diatas. Ada kalanya berupa sebuah benjolan meruncing seperti kerucut, adakalanya berupa seperti akar namun karakteristiknya berbeda dengan akar. Atau ada kalanya seperti batang yang menjulur dan membelit. Bentuk seperti inilah yang disebut bentuk-bentuk metamorphosis tumbuhan. Sebagaimana pada hewan, tumbuhan pun dapat bermetamorfosis. Atau mengalami perubahan bentuk tubuh. Perubahan bentuk tubuh tersebut akan dibahas satu persatu berdasarkan asal dan karakteristiknya masing-masing dalam makalah ini, beseerta keunikan-keunikannya .

  1. GEMMA

Gemma atau kuncup merupakan metamorphosis atau penjelmaan dari bakal calon batang dan daun. Berbentuk mengerucut dengan disertai rambut atau sisik sebagai pelindung. Hal ini terjadi karena kuncup merupakan bagian tumbuhan yang masih rentan disebabkan keadaannya yang masih muda, dalam setiap batang atau pucuk  dahan dan ranting sering kita jumpai. Gemma akan tumbuh menjadi cabang atau ranting lengkap dengan daunnya, namun ada kalanya gemma tidak tumbuh.  Gemma seperti ini disebut gemma tidur .

Jika kita teliti lagi, berdasarkan letak tumbuhnya, gemma dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yaitu :

  1. Gemma terminalis

Gemma yang terletak diujung cabang atau ranting atau batang. Kuncup ini biasanya akan tumbuh menjadi batang atau bahkan bunga.

 

 

3

 

  1. Gemma axilaris

Adalah gemma yanga terletak pada ketiak daun, gemma ini nantinya pun dapat tumbuh menjadi cabang atau ranting setelah daun yang mengapitnya tanggal. Namun jika tidak berkembang, gemma tersebut akan menjadi kuncup tidur.

  1. Gemma adventicus

Gemma adventicus sering disebut dengan gemma liar. Hal ini dikarenakan letak gemma tersebut yang berada pada sembarang tempat pada bagian tubuh tumbuhan, ada yang terdapat pada tepian daun seperti pada Kalanchoe piñata ( cocor bebek ), pada batang seperti pada Theobroma cacao  dan juga pada akar seperti pada akar pohon sukun Artocarpus communis

Gemma juga dapat dikelompokkan berdasarkan pada metamorphosis selanjutnya   yaitu :

a)      Gemma follifera          : Gemma yang mendukung daun

b)      Gemma alabastrum     : Gemma yang akan menjelma menjadi bunga

c)      Gemma mixta              : Gemma yang dapat menjelma menjadi daun sekaligus bunga .

Gemma ada yang dilindungi dengan sisik atau rambut yang biasa disebut gemma cllausus atau kuncup tertutup, namun ada juga gemma yang terbuka atau tidak dilindungi oleh sisik atau rambut yang biasa disebut gemma nudus

 

  1. RHIZOMA, TUBER DAN BULBUS

a. Rhizoma

 

4

Rhizoma adalah suatu bagian tumbuhan metamorphosis dari batang dan daun. Sepintas nampak seperti akar karena terdapat didalam tanah, namun rhizoma sebenarnya adalah sebuah batang lengkap dengan kuncup bakal daun. Hal ini memungkinkan tumbuhan yang memiliki rhizome dapat berkembang biak secara vegetative melalui batang yang terpendam, sehingga kuncup yang terdapat pada rhizome dapat tumbuh dan memisahkan diri dari induk asalnya. Selain sebagai alat perkembangbiakan rhizome juga digunakan untuk menyimpan cadangan makanan. Berbeda dengan akar, rhizome tidak tumbuh mengikuti arah gravitasi dan air, melainkan mendatar horizontal, memiliki sisik atau rambut yang tidak lain adalah penjelmaan dari daun daunnya. Rhizoma juga memiliki ruas ruas serta buku buku yang menunjukkan bahwa rhizome berasal dari batang. Tumbuhan yang memiliki rhizome antara lain jahe, lengkuas, dan lain lain.

 

b. Tuber

Istilah dalam bahasa Indonesia disebut umbi, berbentuk membengkak. Digunakan sebagai tempat penimbunan makanan, adakalanya digunakan sebagai alat perkembang biakan secara vegetative.

Berdasarkan asal metamorphosisnya, tuber dibedakan menjadi dua yaitu :

a)      Tuber caulogenum atau umbi batang, seperti pada Iopomea batatas atau ketela rambat

b)      Tuber rhizogenum atau umbi akar seperti terdapat pada Manihot utilisima atau ketela pohon

Perbedaan dari kedua jenis tuber tersebut sangat terlihat pada bisa tidaknya tumbuhan tuber tersebut dijadikan sebagai alat perkembang biakan. Karena hanya tuber caulogenum saja yang bisa berkembang biak melalui tuber tersebut . Disebabkan tuber  caulogenum berasal dari batang yang memiliki mata tunas, sedangkan pada tuber rhizogenum tidak memilikinya karena berasal dari metamorphosis akar.

Selain kedua tuber diatas ada juga tuber accesorium atau ketibung. Sebuah tuber yang berada pada permukaan tanah. Dapat kita jumpai pada tumbuhan gembili Dioscorea aquleata .

Menurut jenis akar tumbuhan Tuber rhizogenum dapat dibedakan menjadi dua yaitu tuber rhizogenum akar tunggang seperti pada Rhapanus sativus dan Phcyrizus erocus bengkuang.dan tuber rhizogenum akar serabut seperti pada Manihot utilisima .

 

 

5

c. Bulbus

Jika kita perhatikan tanaman Allium sp atau bawang merah kita akan mendapati semacam lapisan lapisan berdaging yang kita kira buah. Sebenarnya lapisan lapisan tersebut adalah daun yang telah bermetamorfosis. lapisan lapisan inilah  yang disebut bulbus atau umbi lapis.

Umbi lapis terbentuk dari daun daun yang menebal dan berdaging yang menyelimuti batang tumbuhan. Bulbus digunakan untuk menyimpan cadangan makan

Pada tanaman yang memiliki bulbus batang tubuh berubah menjadi kecil dengan  ruas ruas batang yang sangat kecil pula. Batang ini disebut cakram atau subang. Kemuadian bagian daun yang kita kira buah sebenarnya adalah daun yang menebal tadi disebut tonica atau squama. Selain itu juga terdapat kuncup kuncup tanaman yang dapat dibedakan berdasarkan letaknya menjadi dua yaitu :

  1. Kuncup pokok ( gemma bulbi )

Terdapat pada bagian atas cakram yang tumbuh keatas menunjang daun daun serta bunga

  1. Kuncup samping

Sering disebut siung atau anak umbi lapis. tumbuh disamping umbi induk.

Tanaman umbi lapis juga memiliki akar. namun berupa akar serabut karena  merupakan tumbuhan jenis monocotil. terletak dibawah cakram.

Pada umumnya Terdapat dua jenis karakteristik umbi lapis yaitu :

  1. Bulbus squamosus

Yaitu umbi lapis yang tumbuh menyelimuti batang, sehingga nampak menutupi  batang. contoh pada Allium cepa

  1. Bulbus tunicatus

 

6

Umbi yang  tumbuh namun seperti genting , seperti pada Lilium candidum

  1. SPINA

Pada beberapa tumbuhan sering kita jumpai duri duri tanaman. Duri duri inilah yang disebut spina. Berbentuk runcing dan tajam. Spina yang jika dipisahkan menimbulkan luka pada pohon dan menimbulkan luka jika berhasil ditanggalkan  disebut juga spina sejati atau duri sejati. Selain duri sejati ada juga duri tempel. Berbeda dengan duri sejati, duri tempel bukanlah penjelmaan dari tubuh pokok dari bagian tumbuhan manapun. Duri ini hanya menempel pada tumbuhan. Mengenai duri tempel  akan dibahas pada bagian organa accesoria.

  • Duri sejati

Adalah duri metamorphosis dari batang dengan ciri ciri sangat sulit dipisahkan dari batang utama, jika dipisahkan akan menimbulkan luka pada batang utama. Duri sejati dikelompokan menjadi empat yaitu :

a)      Spina caulogenum atau duri batang

Sebagaimana namanya duri ini merupakan metamorphosis dari batang atau dahan. Dapat kita lihat pada pohon Bougenvillea spectabilis Wild

b)      Spina rhizogenum atau duri akar

Spina rhizogenum berasal dari akar akar yang meruncing dan menjadi tajam. spina rhizogenum terdapat pada tanaman Dioscorea aculeate atau gembili

c)      Spina phylogenum atau duri daun

Duri ini berasal dari daun, hal ini Nampak pada adanya gemma yang keluar dari ketiak daunnya. contoh tumbuhan yang memiliki spina phylogenum adalah Cactus opuntia

d)     Spina stipulogenum

 

7

Selain berasal dari daun utama, spina juga ada yang berasal dari daun penumpu atau stipula. Sebagaimana asalnya spina ini berjumlah dua pasang. Sangat jelas terlihat pada tanaman Euphorbia trigona.

  1. CIRRHUS

Cirrhus merupakan suatu alat pembelit yang dimiliki oleh tumbuhan pemanjat. Bentuknya kecil memanjang dan spiral. cirrhus digunakan untuk membelitkan tubuh tumbuhan saat memanjat agar tubuh tumbuhan lebih kokoh, disebut juga dengan sulur

Menurut asal metamorfosisnya cirrhus juga dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu :

1)      Batang atau dahan pembelit

Berasal dari batang atau dahan suatu tumbuhan, muncul dari ketiak daun. Selain digunakan sebagai alat pembelit cirrhus jenis ini juga membantu menjadi pendukung daun daun kecil. contohnya pada Passiflora quadrangularis atau markisa

2)      Daun pembelit

Sulur ini berasal dari salah satu bagian daun bisa dari ujung daun, tangkai daun atau pada ibu tangkai daun pada tumbuhan berdaun majemuk.

Contohnya pada tumbuhan Clematis, kembang sungsang, dan Pissum sativum atau kacang kapri

3)      Akar pembelit

Suatu akar yang berubah bentuk menjadi sulur seperti pada panili atau Vanilla planifolia

 

  1. ASCIDIUM DAN UTRICULUS

Keunikan pada tumbuhan juga nampak pada suatu jenis tumbuhan yang biasa disebut insectivore atau tumbuhan pemakan serangga. Sebagaimana namanya tumbuhan insectivore memiliki alat khusus yang digunakan untuk menarik serangga sehingga lebih mudah untuk ditangkap. Alat penangkap serangga ini disebut ascidium atau piala serta utriculus atau gelembung.

 

8

1)      Ascidium

Adalah daun atau sebagian daun yang bermetamorfosis menjadi suatu bentuk seperti piala lengkap dengan penutupnya. Pada ujung tepi ascidium terdapat kelenjar madu. Kelenjar madu inilah yang digunakan tumbuhan insectivore untuk menarik serangga mendekat. Ketika serangga telah masuk kedalam piala maka dinding dalam dari piala tersebut melalui suatu kelenjar akan mengeluarkan enzim yang digunakan untuk mencerna serangga. contoh tumbuhan yang memiliki ascidium adalah kantong semar atau Nephentes ampullaria

2)      Utriculum

Hampir sama dengan ascidium, utriculum juga digunakan untuk menangkap serangga, namun utriculum lebih digunakan oleh tumbuhan air dan merupakan metamorphosis dari akar. Dimiliki oleh tumbuhan rumput gelembung atau Utricularia flexsuosa.

 

  1. ORGANA ACCESSORIA

Organa Accessoria atau alat-alat tambahan adalah penonjolan-penonjolan yang sangat beraneka rupa bentuk dan susunannya pada permukaan tubuh tumbuhan.

Berdasarkan pada susunan didalamnya, alat ini dibedakan menjadi 3 golongan;

  1. Papillae, yaitu penjolan yang hanya merupakan peninggian dinding sel disebelah luar. Contohnya pada bunga telang (clitoria ternatea).
  2. Trichoma, yaitu alat tambahan yang berupa rambut-rambut atau sisik-sisik.

Terdiri dari;

–          Sisik bulu (ramentum), yaitu bulu-bulu yang pipih menutupi batang atau bagian yang lain, contoh pada pakis haji / cycas rumphii.

–          Sisik (lepis), yaitu bagian yang pipih menempel rapat pada alat-alat tumbuhan misalnya daun dan tangkai daun. Misalnya sisi bawah daun durian (durio zibhetinus)

–          Bulu/rambut halus (pilus), misalnya pada daun waru (Hibiscus tiliaceus)

9

Rambut kelenjar (Pilus capitatus), seperti bulu tapi ujungnya mengeluarkan zat semacam resin, misalnya pada daun tembakau (Nicotiana tabacum)

  1. Emergentia, yaitu alat tambahan yang pembentukannya meliputi kulit luar dan kulit bagian dalamnya.

Yang digolongkan dalam emergentia yaitu;

–          Rambut-rambut gatal atau perangsang (Stimulus), yaitu rambut yang ujungnya mudah patah dan mengandung zat rasa gatal dan panas, misalnya terdapat pada daun kemaduh (Laportea stimulans)

–          Duri tempel (Aculeus), yaitu duri yang mudah ditanggalkan dari alat pendukungnya, misalnya pada mawar (Rosa), pohon randu (Celba pentandra).

 

Organa Accessoria mempunyai fungsi yang berbeda-beda, antara lain;

  1. Sebagai pelindung terhadap gangguan binatang, yaitu yang berupa duri dan rambut gatal
  2. Sebagai pelindung terhadap kekeringan, misalnya rambut-rambut pada kaktus
  3. Sebagai alat untuk penyerapan air dan zat makanan, yaitu bulu-bulu akar
  4. Sebagai alat untuk pemencaran biji, misalnya rambut-rambut pada biji kapas (gossipium sp.)
  5. Sebagai alat untuk pernafasan, yaitu lentisel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10

BAB   III

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN

Metamorfosis tumbuhan adalah merupakan penjelmaan atau perubahan bentuk pada tumbuhan, baik berupa akar, batang dan daun.

Metamorphosis tersebut diantaranya adalah;

  1. Gemma (Kuncup) yang menurut tempatnya terdiri dari gemma terminalis, gemma axillaris, dan gemma adventicius. Sedangkan gemma yang mengalami metamorphosis menjadi alat lain terdiri dari gemma foliifera, gemma florifera dan gemma mixta. Sedangkan terdapatnya pelindung bagi kuncup, gemma dibedakan menjadi; gemma nuddus dan gemma cllausus.
  2. Rhizoma, tuber dan bulbus
  3. Cirrhus atau alat pembelit/sulur, yang menurut asalnya alat-alat pembelit dibedakan menjadi 3, yaitu cabang pembelit, daun pembelit dan akar pembelit.
  4. Ascidium dan utriculus
  5. Spina, terdiri dari duri yang merupakan metamorphosis suatu alat dan duri yang tidak merupakan metamorphosis suatu alat.
  6. Organa accessoria, yang terdiri dari papillae, trichoma dan emergentia.

 

  1. PENUTUP

Demikianlah makalah yang kami buat, kritik dan saran kami harapkan dari para ikhwan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, amin.

 

 

 

11

DAFTAR PUSTAKA

Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Dasuki, Undang Ahmad. 1994. Bahan Kuliah Sistematik Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB.

Steenis, C.G.G.J.Van, Dr. 2003. flora. Jakarta: Pradnya Paramita.

Campbell,1999,Biologi I,Erlangga,Jakarta

http://id.wikipedia.org/wiki/metamorfosis tumbuhan, diambil tanggal 1 April 2012

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi Tugas

Mata Kuliah: Ulumul Hadits

Dosen Pengampu: Ikrom, M.Ag

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh:

  1. 1.     Bagus Muryanto (113811064)
  2. 2.     Kamal Nabhan   (113811066)
  3. 3.     Muasroni             (113811067)

 

FAKULTAS TARBIYAH

IAIN WALISONGO SEMARANG

2012

DAFTAR ISI

 

  1. PENDAHULUAN
  2. RUMUSAN MASALAH
  3. PEMBAHASAN
  4. KESIMPULAN
  5. PENUTUP
  1. PENDAHULUAN

Hadits Nabi telah ada sejak awal perkembangan Islam adalah sebuah kenyataan yang tak dapat diragukan lagi. Hadits Nabi merupakan sumber ajaran Islam, di samping al-Qur’an. “Hadits atau disebut juga dengan Sunnah, adalah segala sesuatu yang bersumber atau didasarkan kepada Nabi SAW., baik berupa perkataan, perbuatan, atau taqrir-nya. Hadits, sebagai sumber ajaran Islam setelah al-Qur’an, sejarah perjalanan hadits tidak terpisahkan dari sejarah perjalanan Islam itu sendiri. Akan tetepi, dalam beberapa hal terdapat ciri-ciri tertentu yang spesifik, sehingga dalam mempelajarinya diperlukan pendekatan khusus”.

Pada zaman Nabi, hadits diterima dengan mengandalkan hafalan para sahabat Nabi, dan hanya sebagian hadits yang ditulis oleh para sahabat Nabi. Hal ini disebabkan, “Nabi pernah melarang para sahabat untuk menulis hadits beliau. Dalam pada itu, Nabi juga pernah menyuruh para sahabat untuk menulis hadits beliau.

1

Dalam sejarah, pada zaman Nabi telah terjadi penulisan hadits, misalnya berupa surat-surat Nabi tentang ajakan memeluk Islam kepada sejumlah pejabat dan kepala negara yang belum memeluk Islam. Sejumlah sahabat Nabi telah menulis hadits Nabi, misalnya Abdullah bin ‘Amr bin al-‘As (w.65 H/685 M), Abdullah bin ‘Abbas (w.68 H/687 M), ‘Ali bin Abi Thalib (w. 40 H/661 M), Sumrah (Samurah) bin Jundab (w. 60 H), Jabir bin Abdullah (w. 78 H/697 M), dan Abdullah bin Abi Aufa’ (w.86 H). Walaupun demikian tidaklah berarti bahwa seluruh hadits telah terhimpun dalam catatan para sahabat tersebut.

Menurut H.Said Agil Husain al-Munawar, penulisan hadits bersifat dan untuk kepentingan pribadi. Dengan demikian, hadits-hadits yang ada pada para sahabat, yang kemudian diterima oleh para tabi’in memungkinkan ditemukan adanya redaksi yang berbada-beda. Sebab, ada yang meriwayatkannya sesuai atau sama benar dengan lafazh yang diterima dari Nabi (yang disebut dengan periwayatan bi al-lafzhi), dan ada yang hanya sesuai makna atau maksudnya saja (yang disebut dengan periwayatan bi al-ma’na), sedang redaksinya tidak sama. Lebih lanjut H.Said Agil Husain al-Munawar, mengatakan bahwa di antara para sahabat yang sangat ketat berpegang kepada periwayatan bi al-lafzhi, ialah Abdullah bin Umar. Menurutnya, tidak boleh ada satu kata atau huruf yang dikurangi atau ditambah dari yang disabdakan Rasul SAW.

Dengan demikian, hadits Nabi yang berkembang pada zaman Nabi (sumber aslinya), lebih banyak berlangsung secara hafalan dari pada secara tulisan. Penyebabnya adalah Nabi sendiri melarang para sahabat untuk menulis hadits-nya, dan menurut penulis karakter orang-orang Arab sangat kuat hafalannya dan suka menghafal, dan ada kehawatiran bercampur dengan al-Qur’an. Dengan kenyataan ini, sangat logis sekali bahwa tidak seluruh hadits Nabi terdokumentasi pada zaman Nabi secara keseluruhan.

Pada realitas kehidupan masyarakat muslim, perkembangan hadits Nabi secara kuantitatif cukup banyak sekali, walaupun Fazlur Rahman mengatakan “hadits-hadits Nabi memang sedikit jumlahnya”. Selain perkembangan hadits yang cukup banyak, juga banyak istilah-istilah yang digunakan. Pada masyarakat umum yang dikenal adalah Hadits dan as-Sunnah, sedangkan pada kelompok tertentu, dikenal istilah Khabar dan Atsar. Untuk itu, pada pembahasan makalah ini, pemakalah akan menyoroti : pengertian Hadits, dan perbedaan Hadits dengan as-Sunnah, al-Khabar, dan al-Atsar.

  1. RUMUSAN MASALAH
    1. Pengertian Hadits
    2. Pengertian Sunnah
    3. Pengertian Khabar
    4. Pengertian Atsar

2

Persamaan dan perbedaannya

  1. PEMBAHASAN

Dalam pembahasan ini pemakalah akan lebih mencermati pengertian Hadits, as-Sunnah, al-Khabar, dan al-Atsar serta perbedaan-perbedaan para ulama baik ulama Hadits, ulama Ushul, dan ulama Fiqh dalam merumuskan masing-masing definisi tersebut di atas. Selain itu juga mengungkapkan perbedaan antara Hadits dengan as-Sunnah, Hadits dengan al-Khabar dan al-Atsar.

a.  Pengertian Hadits

Kata “Hadits” atau al-hadits menurut bahasa berarti al-jadid (sesuatu yang baru), lawan kata dari al-qadim (sesuatu yang lama). Kata hadits juga berarti al-khabar (berita), yaitu sesuatu yang dipercakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain.

Dalam hal ini, Allah juga menggunakan kata hadits dengan arti khabar, dalam firman-Nya;

فليأتوا بحديث مثله إن كانوا صادقين.

Artinya : “maka hendaklah mereka mendatangkan khabar yang sepertinya jika mereka orang yang benar” (QS. At Thur; 24).

Secara terminologi, ahli hadits dan ahli ushul berbeda pendapat dalam  memberikan pengertian hadits. Di kalangan ulama hadits sendiri ada juga beberapa definisi yang antara satu sama lain agak berbeda.

  1. 1.      Ada yang mendefinisikan hadits, adalah :                                                                      أَقْوَالُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاَفْعَالُهُ وَاَحْوَالُهُ 

                   “Segala perkataan Nabi SAW, perbuatan, dan hal ihwalnya”.

3

Ulama hadits menerangkan bahwa yang termasuk “hal ihwal”, ialah segala pemberitaan tentang Nabi SAW, seperti yang berkaitan dengan himmah, karakteristik, sejarah kelahiran, dan kebiasaan-kebiasaanya.

  1. Ulama ahli hadits yang lain merumuskan pengertian hadits dengan : “Segala sesuatu yang bersumber dari Nabi, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, maupun sifatnya”.
  2. Ulama hadits yang lain juga mendefiniskan hadits sebagai berikut : “Sesuatu yang didasarkan kepada Nabi SAW. baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, maupun sifatnya”.

Dari ketiga pengertian tersebut, ada kesamaan dan perbedaan para ahli hadits
dalam mendefinisikan hadits.

a)      Kasamaan dalam mendefinisikan hadits ialah; hadits dengan segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW, baik perkataan maupun perbuatan.

b)      Perbedaan mereka terletak pada penyebutan terakhir dari perumusan definisi hadits. Ada ahli hadits yang menyebut hal ihwal atau sifat Nabi sebagai komponen hadits, ada yang tidak menyebut. Kemudian ada ahli hadits yang menyebut taqrir Nabi secara eksplisit sebagai komponen dari bentuk-bentuk hadits, tetapi ada juga yang memasukkannya secara implisit ke dalam aqwal atau afal-nya.

Sedangkan ulama Ushul, mendefinisikan hadits sebagai berikut :

  أقواله وافعاله وتقريراته التي تشبت الا حكا م تقرّرها

       “Segala perkataan Nabi SAW. Perbuatan dan takrirnya yang berkaitan dengan hukum syara’ dan ketetapannya “.

Berdasarkan rumusan definisi hadits baik dari ahli hadits maupun ahli ushul, terdapat persamaan.

Persamaannya yaitu ; “memberikan definisi yang terbatas pada sesuatu yang disandarkan kepada Rasul SAW, tanpa menyinggung-nyinggung prilaku dan ucapan shabat atau tabi’in.

4

Perbedaan mereka terletak pada cakupan definisinya. Definisi dari ahli hadits mencakup segala sesuatu yang disandarkan atau bersumber dari Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, dan taqrir. Sedangkan cakupan definisi hadits ahli ushul hanya menyangkut aspek perkataan Nabi saja yang bisa dijadikan dalil untuk menetapkan hukum syara’.

b.  Pengertian as-Sunnah

Sunnah menurut bahasa berarti :

الطَّرِيْقَةُ مَحْمُوْدَةً كَانَتْ أَوْ مَذْمُوْمَةً

 “Jalan dan kebiasaan yang baik atau yang jelek”.

Menurut M.T.Hasbi Ash Shiddieqy, pengertian sunnah ditinjau dari sudut bahasa (lughat) bermakna jalan yang dijalani, terpuji, atau tidak. Sesuai tradisi yang sudah dibiasakan, dinamai sunnah, walaupun tidak baik.

Berkaitan dengan pengertian sunnah ditinjau dari sudut bahasa, perhatikan sabda Rasulullah SAW, sebagai berikut :

مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئٌ وَمَنْ سَنَّ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مَنْ بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَرِهِمْ شَيْئٌ (رواه مسلم)

“Barang siapa mengadakan sesuatu sunnah (jalan) yang baik, maka baginya pahala Sunnah itu dan pahala orang lain yang mengerjakan setelahnya dengan tidak dikurangi pahala sedikitpun. Dan barang siapa mengerjakan sesuatu sunnah yang buruk, maka atasnya dosa membuat sunnah buruk itu dan dosa orang yang mengerjakannya setelahnya dengan tidak dikurangi dosanya sedikitpun”. (H.R. Muslim).

5

Sedangkan, Sunnah menurut istilah muhadditsin (ahli-ahli hadits) ialah segala yang dinukilkan dari Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun berupa taqrir, pengajaran, sifat, kelakuan, perjalanan hidup baik yang demikian itu sebelum Nabi SAW, dibangkitkan menjadi Rasul, maupun sesudahnya. Menurut Fazlur Rahman, sunnah adalah praktek aktual yang karena telah lama ditegakkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya memperoleh status normatif dan menjadi sunnah. Sunnah adalah sebuah konsep perilaku, maka sesuatu yang secara aktual dipraktekkan masyarakat untuk waktu yang cukup lama tidak hanya dipandang sebagai praktek yang aktual tetapi juga sebagai praktek yang normatif dari masyarakat tersebut.

Menurut Ajjaj al-Khathib, bila kata Sunnah diterapkan ke dalam masalah-masalah hukum syara’, maka yang dimaksud dengan kata sunnah di sini, ialah segala sesuatu yang diperintahkan, dilarang, dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW, baik berupa perkataan maupun perbuatannya. Dengan demikian, apabila dalam dalil hukum syara’ disebutkan al-Kitab dan as-Sunnah, maka yang dimaksudkannya adalah al-Qur’an dan Hadits.

Pengertian Sunnah ditinjau dari sudut istilah, dikalangan ulama terdapat perbedaan. Ada ulama yang mengartikan sama dengan hadits, dan ada ulama yang membedakannya, bahkan ada yang memberi syarat-syarat tertentu, yang berbeda dengan istilah hadits. Ulama ahli hadits merumuskan pengertian sunnah sebagai berikut :

“Segala yang bersumber dari Nabi SAW., baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, tabiat, budi pekerti, atau perjalanan hidupnya, baik sebelum diangkat menjadi Rasul, seperti ketika bersemedi di gua Hira maupun sesudahnya”.

Berdasarkan definisi yang dikemukakan di atas, kata sunnah menurut sebagian ulama sama dengan kata hadits. “Ulama yang mendefinisikan sunnah sebagaimana di atas, mereka memandang diri Rasul SAW, sebagai uswatun hasanah atau qudwah (contoh atau teladan) yang paling sempurna, bukan sebagai sumber hukum. Olah karena itu, mereka menerima dan meriwayatkannya secara utuh segala berita yang diterima tentang diri Rasul SAW., tanpa membedakan apakah (yang diberitakan itu) isinya berkaitan dengan penetapan hukum syara’ atau tidak. Begitu juga mereka tidak melakukan pemilihan untuk keperluan tersebut, apabila ucapan atau perbuatannya itu dilakukan sebelum diutus menjadi Rasul SAW., atau sesudahnya.

6

Ulama Ushul Fiqh memberikan definisi Sunnah adalah “segala yang dinukilkan dari Nabi Muhammad SAW., baik berupa perkataan, perbuatan maupun taqrirnya yang ada sangkut pautnya dengan hukum”. Menurut T.M. Hasbi Ash Shiddieqy, makna inilah yang diberikan kepada perkataan Sunnah dalam sabda Nabi, sebagai berikut :

تركت فيكم أمرين ان تمسّكتم بهما لن تضلوا ابدا كتاب الله وسنّة رسوله

“Sungguh telah saya tinggalkan untukmu dua hal, tidak sekali-kali kamu sesat selama kamu berpegang kepadanya, yakni Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya” (H.R.Malik).

Perbedaan pengertian tersebut di atas, disebabkan karena ulama hadits memandang Nabi SAW, sebagai manusia yang sempurna, yang dijadikan suri teladan bagi umat Islam, sebagaimana firman Allah surat al-Ahzab ayat 21, sebagai berikut :

لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu”.

Ulama Hadits membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi Muhammad SAW, baik yang ada hubungannya dengan ketetapan hukum syariat Islam maupun tidak. Sedangkan Ulama Ushul Fiqh, memandang Nabi Muhammad SAW, sebagai Musyarri’, artinya pembuat undang-undang wetgever di samping Allah. Firman Allah dalam al-Qur’an surat al-Hasyr ayat 7 yang berbunyi:

وما اتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا

“Apa yang diberikan oleh Rasul, maka ambillah atau kerjakanlah. Dan apa
yang dilarang oleh Rasul jauhilah”.

7

Ulama Fiqh, memandang sunnah ialah “perbuatan yang dilakukan dalam agama, tetapi tingkatannya tidak sampai wajib atau fardlu. Atau dengan kata lain sunnah adalah suatu amalan yang diberi pahala apabila dikerjakan, dan tidak dituntut
apabila ditinggalkan. Menurut Dr.Taufiq dalam kitabnya Dinullah fi Kutubi Ambiyah menerangkan bahwa Sunnah ialah suatu jalan yang dilakukan atau dipraktekan oleh Nabi secara kontinyu dan diikuti oleh para sahabatnya; sedangkan Hadits ialah ucapan-ucapan Nabi yang diriwayatkan oleh seseorang, dua atau tiga orang perawi, dan tidak ada yang mengetahui ucapan-ucapan tersebut selain mereka sendiri.

c.  Pengertian Khabar

Selain istilah Hadits dan Sunnah, terdapat istilah Khabar dan Atsar. Khabar menurut lughat, sesuatu yang mungkin benar dan bohong.

Menurut istilah khobar mempunyai beberapa pengertian

  1. Serupa dengan makna hadits,  lughotan, yaitu segala berita yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain.
  2. Sesuatu yang bersumber dari selain Nabi SAW
  3. Menurut sebagian ulama ahli hadits, khobar sama artinya dengan hadits. Keduanya dapat dipakai untuk sesuatu marfu’ ,  mauquf dan maqthu’. Mencakup segala yang datang dari nabi SAW, sahabat dan tabi’in baik perkataan, perbuatan, maupun ketetapan.

d.  Pengertian Atsar

Atsar menurut lughat ialah bekasan sesuatu, atau sisa sesuatu, dan berarti nukilan (yang dinukilkan). Sesuatu do’a umpamanya yang dinukilkan dari Nabi dinamai: do’a ma’tsur. Sedangkan menurut istilah jumhur ulama sama artinya dengan khabar dan hadits. Dari pengertian menurut istilah, terjadi perbedaan pendapat di antara ulama. “Jumhur ahli hadits mengatakan bahwa Atsar sama dengan khabar, yaitu sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW., sahabat, dan tabi’in. Sedangkan menurut ulama Khurasan, bahwa Atsar untuk yang mauquf dan khabar untuk yang marfu.

e.  Perbedaan Hadits dengan as-Sunnah, al-Khabar, dan al-Atsar

8

Dari keempat istilah yaitu Hadits, Sunnah, Khabar, dan Atsar, menurut jumhur ulama Hadits dapat dipergunakan untuk maksud yang sama, yaitu bahwa hadits disebut juga dengan sunnah, khabar atau atsar. Begitu pula halnya sunnah, dapat disebut dengan hadits, khabar dan atsar. Maka Hadits Mutawatir dapat juga disebut dengan Sunnah Mutawatir atau Khabar Mutawatir. Begitu juga Hadits Shahih dapat disebut dengan Sunnah Shahih, Khabar Shahih, dan Atsar Shahih.

Tetapi berdasarkan penjelasan mengenai Hadits, Sunnah, Khabar, dan Atsar ada sedikit perbedaan yang perlu diperhatikan antara hadits dan sunnah menurut pendapat dan pandangan ulama, baik ulama hadits maupun ulama ushul dan juga perbedaan antara hadits dengan khabar dan atsar dari penjelasan ulama yang telah dibahas. Perbedaan-perbedaan pendapat ulama tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :

(a) Hadits dan Sunnah : Hadits terbatas pada perkataan, perbuatan, taqrir yang bersumber dari Nabi SAW, sedangkan Sunnah segala yang bersumber dari Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, tabiat, budi pekerti, atau perjalan hidupnya, baik sebelum diangkat menjadi Rasul maupun sesudahnya.

(b) Hadits dan Khabar : Sebagian ulama hadits berpendapat bahwa Khabar sebagai sesuatu yang berasal atau disandarkan kepada selain Nabi SAW., Hadits sebagai sesuatu yang berasal atau disandarkan kepada Nabi SAW. Tetapi ada ulama yang mengatakan Khabar lebih umum daripada Hadits, karena perkataan khabar merupakan segala yang diriwayatkan, baik dari Nabi SAW., maupun dari yang selainnya, sedangkan hadits khusus bagi yang diriwayatkan dari Nabi SAW. saja. “Ada juga pendapat yang mengatakan, khabar dan hadits, diithlaqkan kepada yang sampai dari Nabi saja, sedangkan yang diterima dari sahabat dinamai Atsar”.

(c) Hadits dan Atsar : Jumhur ulama berpendapat bahwa Atsar sama artinya dengan khabar dan Hadits. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa Atsar sama dengan Khabar, yaitu sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW., sahabat dan tabi’in. “Az Zarkasyi, memakai kata atsar untuk hadits mauquf. Namun membolehkan memakainya untuk perkataan Rasul SAW. (hadits marfu)”. Dengan demikian, Hadits sebagai sesuatu yang berasal atau disandarkan kepada Nabi SAW. saja, sedangkan Atsar sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW, sahabat dan tabi’in.

9

  1. KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa antara hadits, sunnah, khobar dan atsar dalam definisinya dari para ulama ada yang menyamakan yaitu sama-sama bermakna hadits dan ada juga ulama yang membedakannya.

Persamaan dan perbedaannya adalah;

  1. Hadits secara bahasa sesuatu yang baru, secara istilah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW baik berupa ucapan, perbuatan dan ketetapan beliau
  2. Sunnah secara bahasa jalan, secara istilah sama dengan ta’rif hadits, ada pula yang mengatakan hadits tertentu pada ucapan dan perbuatan Nabi SAW saja sedangkan sunnah lebih umum.
  3. Khobar secara bahasa berita yang mungkin benar dan bohong. Secara istilah murodif dengan hadits, ada pula yang berpendapat khobar yaitu sesuatu yang diriwayatkan dari selain Nabi SAW sedangkan hadits sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi SAW
  4. Atsar secara bahasa sisa dari sesuatu. Secara istilah murodif dengan hadits, ada pula yang berpendapat bahwa khobar adalah sesuatu yang disandarkan kepada sahabat.
  1. PENUTUP

Demikianlah makalah yang kami buat, saran dan kritik yang membangun kami harapkan dari ikhwan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, amin.

10

DAFTAR PUSTAKA

Al Qur’an Dan Terjemahannya, Proyek Pengadaan Kitab Suci Al Qur’an, DEPAG RI

Fazlur Rahman, Islamic Methodology in History, terj. Anar Mahyuddin, Membuka Pintu Ijtihad, Pustaka, Bandung, 1995.
Masjfuh Zuhdi, Pengantar Ilmu Hadits, Bina Ilmu, Surabaya, 1993

M. Syuhudi Ismail, Metodologi Penelitian Hadits Nabi, Bulan Bintang, Jakarta, 1992.
Moenawar Chalil, Kembali Kepada al-Qur’an dan as-Sunnah, Bulan Bintang, Jakarta, Cet, Kesepuluh, 1996.

Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits, Pustaka Rizki Putra, Semarang, Cet. Kedua, 1998.
Utang Ranuwijaya, Ilmu Hadits, Gaya Media Pratama, Jakarta, 1996.

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.