MAKALAH

Disusun untuk memenuhi Tugas

Mata Kuliah: Morfologi Tumbuhan

Dosen Pengampu: Lianah, M.Pd

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh:

  1. 1.     Hisyam Ali          (113811063)
  2. 2.     Bagus Muryanto (113811064)
  3. 3.     Kamal Nabhan   (113811066)

 

FAKULTAS TARBIYAH

IAIN WALISONGO SEMARANG

 

2012

BAB   I

PENDAHULUAN

 

  1. LATAR BELAKANG MAKALAH

Alam terbentuk semata mata bukan karena kebetulan yang tidak disengaja, atau hanya terbentuk dari suatu ketiadaan menjadi sesuatu yang ada. Namun alam tercipta karena ada suatu Zat yang Maha Agung yang mengatur “Robb” dan menskenario hingga terbentuk sedemikian  rupa dengan segala keteraturan.

وهو على كل شيء قدرا

“ dan Dia berkuasa “

Melalui alam semesta beserta isinya,Tuhan berkreasi dan menampakan sifat keagunganNya. Tidak hanya melalui hal-hal yang besar seperti langit saja,yang sampai sekarang membuat takjub para ilmuwan yang mempelajarinya, namun melalui hal-hal kecil dan sering dipandang remeh pun Tuhan memperlihatkan kesempurnaan kreasi-Nya.  Hingga bagi mereka yang dapat melihat dan menyibak tabir ketuhanan yang terdapat didalam ciptaan-Nya mereka tak henti-hentinya mengucapkan

ربنا ما خلقت هذا باطلا

“ wahai Tuhan …tidaklah engkau menciptakan semua ini bathil “

 

Kesempurnaan kreasi Tuhan tidak hanya terlihat dari rumitnya penciptaan bintang  bintang dan seluruh isi alam angkasa luar yang begitu hebat. Dia pun menampakannya dalam bentuk  tumbuh-tumbuhan serta hewan dan alam disekitar kita.

ان في خلق السموات والارض واختلاف اليل والنهار لايات لاولى الالباب 

 

1

“ Dan sungguh dalam penciptaan langit dan bumi serta dalam pergantian siang dan malam ada tanda tanda ( keagunganNya )bagi orang orang yang berakal “

Ayat diatas merupakan cuplikan ayat dalam Al qur’an yang mengisyaratkan kepada kita untuk berfikir dan merenungi ciptaan Allah. Karena lewat media alamlah kita lebih mengenal dan mempertebal iman kita.

Berangkat dari ayat tersebut melalui makalah ini penyusun mengajak para pembaca untuk bersama sama menyelami samudra keindahan dan keagungan kreasi ciptaNya.Bertafakur dan mempelajarinya. Namun untuk membatasi ruang bahasan makalah ini, penyusun lebih mengfokuskan pada keunikan morfologi tumbuhan saja.

Sebagaimana kita ketahui bahwa sejatinya tumbuhan hanya memiliki bagian pokok penting yang menunjang kelangsungan hidup tumbuhan. Bagian pokok tersebut adalah radix, caulis,dan foulis. Namun pada beberapa tumbuhan tertentu ada yang memiliki bentuk bentuk lain yang sangat unik dan memiliki kegunaan khusus. Pada beberapa tumbuhan, Tuhan melengkapi atau memodifikasi bentuk suatu tubuh utama guna memberikan daya survive untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan keturunannya pada tumbuhan tersebut .

Sebagai contoh pada tumbuhan jahe yang terdapat suatu keunikan berupa rhizome yaitu suatu batang beserta daun yang bermetamorfosis atau berubah bentuk menjadi seperti akar, serta beberapa tumbuhan yang memiliki duri sebagai pelindung.

Semoga makalah yang sederhana ini dapat menambah ilmu serta iman kita semua karena ilmu tanpa dilandasi iman akan menimbulkan kerusakan dan kesombongan, sedangkan Iman tanpa ditunjang ilmu akan lemah.

  1. TUJUAN MAKALAH

Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah :

a)      Mengungkap keunikan kreasi Tuhan yang terdapat pada morfologi tumbuhan

b)      Memaparkan deskripsi berbagai macam metamorphosis pada bagian bagian tumbuhan

c)      Mengelompokkan berbagai macam bentuk metamorphosis tersebut

  1. RUMUSAN MASALAH

a)      Keunikan apa saja yang terdapat dalam bagian tubuh tumbuhan

b)      Bentuk metamorphosis apa saja yang terdapat pada tumbuhan

c)

2

Berasal dari bagian tubuh apakah bentuk bentuk metamorphosis tersebut

BAB    II

PEMBAHASAN

 

Sebuah tumbuhan pada dasarnya memiliki bagian pokok berupa daun batang dan akar. Namun jika kita perhatikan dan amati ada beberapa tumbuhan yang memiliki bentuk selain tiga hal tersebut  diatas. Ada kalanya berupa sebuah benjolan meruncing seperti kerucut, adakalanya berupa seperti akar namun karakteristiknya berbeda dengan akar. Atau ada kalanya seperti batang yang menjulur dan membelit. Bentuk seperti inilah yang disebut bentuk-bentuk metamorphosis tumbuhan. Sebagaimana pada hewan, tumbuhan pun dapat bermetamorfosis. Atau mengalami perubahan bentuk tubuh. Perubahan bentuk tubuh tersebut akan dibahas satu persatu berdasarkan asal dan karakteristiknya masing-masing dalam makalah ini, beseerta keunikan-keunikannya .

  1. GEMMA

Gemma atau kuncup merupakan metamorphosis atau penjelmaan dari bakal calon batang dan daun. Berbentuk mengerucut dengan disertai rambut atau sisik sebagai pelindung. Hal ini terjadi karena kuncup merupakan bagian tumbuhan yang masih rentan disebabkan keadaannya yang masih muda, dalam setiap batang atau pucuk  dahan dan ranting sering kita jumpai. Gemma akan tumbuh menjadi cabang atau ranting lengkap dengan daunnya, namun ada kalanya gemma tidak tumbuh.  Gemma seperti ini disebut gemma tidur .

Jika kita teliti lagi, berdasarkan letak tumbuhnya, gemma dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yaitu :

  1. Gemma terminalis

Gemma yang terletak diujung cabang atau ranting atau batang. Kuncup ini biasanya akan tumbuh menjadi batang atau bahkan bunga.

 

 

3

 

  1. Gemma axilaris

Adalah gemma yanga terletak pada ketiak daun, gemma ini nantinya pun dapat tumbuh menjadi cabang atau ranting setelah daun yang mengapitnya tanggal. Namun jika tidak berkembang, gemma tersebut akan menjadi kuncup tidur.

  1. Gemma adventicus

Gemma adventicus sering disebut dengan gemma liar. Hal ini dikarenakan letak gemma tersebut yang berada pada sembarang tempat pada bagian tubuh tumbuhan, ada yang terdapat pada tepian daun seperti pada Kalanchoe piñata ( cocor bebek ), pada batang seperti pada Theobroma cacao  dan juga pada akar seperti pada akar pohon sukun Artocarpus communis

Gemma juga dapat dikelompokkan berdasarkan pada metamorphosis selanjutnya   yaitu :

a)      Gemma follifera          : Gemma yang mendukung daun

b)      Gemma alabastrum     : Gemma yang akan menjelma menjadi bunga

c)      Gemma mixta              : Gemma yang dapat menjelma menjadi daun sekaligus bunga .

Gemma ada yang dilindungi dengan sisik atau rambut yang biasa disebut gemma cllausus atau kuncup tertutup, namun ada juga gemma yang terbuka atau tidak dilindungi oleh sisik atau rambut yang biasa disebut gemma nudus

 

  1. RHIZOMA, TUBER DAN BULBUS

a. Rhizoma

 

4

Rhizoma adalah suatu bagian tumbuhan metamorphosis dari batang dan daun. Sepintas nampak seperti akar karena terdapat didalam tanah, namun rhizoma sebenarnya adalah sebuah batang lengkap dengan kuncup bakal daun. Hal ini memungkinkan tumbuhan yang memiliki rhizome dapat berkembang biak secara vegetative melalui batang yang terpendam, sehingga kuncup yang terdapat pada rhizome dapat tumbuh dan memisahkan diri dari induk asalnya. Selain sebagai alat perkembangbiakan rhizome juga digunakan untuk menyimpan cadangan makanan. Berbeda dengan akar, rhizome tidak tumbuh mengikuti arah gravitasi dan air, melainkan mendatar horizontal, memiliki sisik atau rambut yang tidak lain adalah penjelmaan dari daun daunnya. Rhizoma juga memiliki ruas ruas serta buku buku yang menunjukkan bahwa rhizome berasal dari batang. Tumbuhan yang memiliki rhizome antara lain jahe, lengkuas, dan lain lain.

 

b. Tuber

Istilah dalam bahasa Indonesia disebut umbi, berbentuk membengkak. Digunakan sebagai tempat penimbunan makanan, adakalanya digunakan sebagai alat perkembang biakan secara vegetative.

Berdasarkan asal metamorphosisnya, tuber dibedakan menjadi dua yaitu :

a)      Tuber caulogenum atau umbi batang, seperti pada Iopomea batatas atau ketela rambat

b)      Tuber rhizogenum atau umbi akar seperti terdapat pada Manihot utilisima atau ketela pohon

Perbedaan dari kedua jenis tuber tersebut sangat terlihat pada bisa tidaknya tumbuhan tuber tersebut dijadikan sebagai alat perkembang biakan. Karena hanya tuber caulogenum saja yang bisa berkembang biak melalui tuber tersebut . Disebabkan tuber  caulogenum berasal dari batang yang memiliki mata tunas, sedangkan pada tuber rhizogenum tidak memilikinya karena berasal dari metamorphosis akar.

Selain kedua tuber diatas ada juga tuber accesorium atau ketibung. Sebuah tuber yang berada pada permukaan tanah. Dapat kita jumpai pada tumbuhan gembili Dioscorea aquleata .

Menurut jenis akar tumbuhan Tuber rhizogenum dapat dibedakan menjadi dua yaitu tuber rhizogenum akar tunggang seperti pada Rhapanus sativus dan Phcyrizus erocus bengkuang.dan tuber rhizogenum akar serabut seperti pada Manihot utilisima .

 

 

5

c. Bulbus

Jika kita perhatikan tanaman Allium sp atau bawang merah kita akan mendapati semacam lapisan lapisan berdaging yang kita kira buah. Sebenarnya lapisan lapisan tersebut adalah daun yang telah bermetamorfosis. lapisan lapisan inilah  yang disebut bulbus atau umbi lapis.

Umbi lapis terbentuk dari daun daun yang menebal dan berdaging yang menyelimuti batang tumbuhan. Bulbus digunakan untuk menyimpan cadangan makan

Pada tanaman yang memiliki bulbus batang tubuh berubah menjadi kecil dengan  ruas ruas batang yang sangat kecil pula. Batang ini disebut cakram atau subang. Kemuadian bagian daun yang kita kira buah sebenarnya adalah daun yang menebal tadi disebut tonica atau squama. Selain itu juga terdapat kuncup kuncup tanaman yang dapat dibedakan berdasarkan letaknya menjadi dua yaitu :

  1. Kuncup pokok ( gemma bulbi )

Terdapat pada bagian atas cakram yang tumbuh keatas menunjang daun daun serta bunga

  1. Kuncup samping

Sering disebut siung atau anak umbi lapis. tumbuh disamping umbi induk.

Tanaman umbi lapis juga memiliki akar. namun berupa akar serabut karena  merupakan tumbuhan jenis monocotil. terletak dibawah cakram.

Pada umumnya Terdapat dua jenis karakteristik umbi lapis yaitu :

  1. Bulbus squamosus

Yaitu umbi lapis yang tumbuh menyelimuti batang, sehingga nampak menutupi  batang. contoh pada Allium cepa

  1. Bulbus tunicatus

 

6

Umbi yang  tumbuh namun seperti genting , seperti pada Lilium candidum

  1. SPINA

Pada beberapa tumbuhan sering kita jumpai duri duri tanaman. Duri duri inilah yang disebut spina. Berbentuk runcing dan tajam. Spina yang jika dipisahkan menimbulkan luka pada pohon dan menimbulkan luka jika berhasil ditanggalkan  disebut juga spina sejati atau duri sejati. Selain duri sejati ada juga duri tempel. Berbeda dengan duri sejati, duri tempel bukanlah penjelmaan dari tubuh pokok dari bagian tumbuhan manapun. Duri ini hanya menempel pada tumbuhan. Mengenai duri tempel  akan dibahas pada bagian organa accesoria.

  • Duri sejati

Adalah duri metamorphosis dari batang dengan ciri ciri sangat sulit dipisahkan dari batang utama, jika dipisahkan akan menimbulkan luka pada batang utama. Duri sejati dikelompokan menjadi empat yaitu :

a)      Spina caulogenum atau duri batang

Sebagaimana namanya duri ini merupakan metamorphosis dari batang atau dahan. Dapat kita lihat pada pohon Bougenvillea spectabilis Wild

b)      Spina rhizogenum atau duri akar

Spina rhizogenum berasal dari akar akar yang meruncing dan menjadi tajam. spina rhizogenum terdapat pada tanaman Dioscorea aculeate atau gembili

c)      Spina phylogenum atau duri daun

Duri ini berasal dari daun, hal ini Nampak pada adanya gemma yang keluar dari ketiak daunnya. contoh tumbuhan yang memiliki spina phylogenum adalah Cactus opuntia

d)     Spina stipulogenum

 

7

Selain berasal dari daun utama, spina juga ada yang berasal dari daun penumpu atau stipula. Sebagaimana asalnya spina ini berjumlah dua pasang. Sangat jelas terlihat pada tanaman Euphorbia trigona.

  1. CIRRHUS

Cirrhus merupakan suatu alat pembelit yang dimiliki oleh tumbuhan pemanjat. Bentuknya kecil memanjang dan spiral. cirrhus digunakan untuk membelitkan tubuh tumbuhan saat memanjat agar tubuh tumbuhan lebih kokoh, disebut juga dengan sulur

Menurut asal metamorfosisnya cirrhus juga dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu :

1)      Batang atau dahan pembelit

Berasal dari batang atau dahan suatu tumbuhan, muncul dari ketiak daun. Selain digunakan sebagai alat pembelit cirrhus jenis ini juga membantu menjadi pendukung daun daun kecil. contohnya pada Passiflora quadrangularis atau markisa

2)      Daun pembelit

Sulur ini berasal dari salah satu bagian daun bisa dari ujung daun, tangkai daun atau pada ibu tangkai daun pada tumbuhan berdaun majemuk.

Contohnya pada tumbuhan Clematis, kembang sungsang, dan Pissum sativum atau kacang kapri

3)      Akar pembelit

Suatu akar yang berubah bentuk menjadi sulur seperti pada panili atau Vanilla planifolia

 

  1. ASCIDIUM DAN UTRICULUS

Keunikan pada tumbuhan juga nampak pada suatu jenis tumbuhan yang biasa disebut insectivore atau tumbuhan pemakan serangga. Sebagaimana namanya tumbuhan insectivore memiliki alat khusus yang digunakan untuk menarik serangga sehingga lebih mudah untuk ditangkap. Alat penangkap serangga ini disebut ascidium atau piala serta utriculus atau gelembung.

 

8

1)      Ascidium

Adalah daun atau sebagian daun yang bermetamorfosis menjadi suatu bentuk seperti piala lengkap dengan penutupnya. Pada ujung tepi ascidium terdapat kelenjar madu. Kelenjar madu inilah yang digunakan tumbuhan insectivore untuk menarik serangga mendekat. Ketika serangga telah masuk kedalam piala maka dinding dalam dari piala tersebut melalui suatu kelenjar akan mengeluarkan enzim yang digunakan untuk mencerna serangga. contoh tumbuhan yang memiliki ascidium adalah kantong semar atau Nephentes ampullaria

2)      Utriculum

Hampir sama dengan ascidium, utriculum juga digunakan untuk menangkap serangga, namun utriculum lebih digunakan oleh tumbuhan air dan merupakan metamorphosis dari akar. Dimiliki oleh tumbuhan rumput gelembung atau Utricularia flexsuosa.

 

  1. ORGANA ACCESSORIA

Organa Accessoria atau alat-alat tambahan adalah penonjolan-penonjolan yang sangat beraneka rupa bentuk dan susunannya pada permukaan tubuh tumbuhan.

Berdasarkan pada susunan didalamnya, alat ini dibedakan menjadi 3 golongan;

  1. Papillae, yaitu penjolan yang hanya merupakan peninggian dinding sel disebelah luar. Contohnya pada bunga telang (clitoria ternatea).
  2. Trichoma, yaitu alat tambahan yang berupa rambut-rambut atau sisik-sisik.

Terdiri dari;

-          Sisik bulu (ramentum), yaitu bulu-bulu yang pipih menutupi batang atau bagian yang lain, contoh pada pakis haji / cycas rumphii.

-          Sisik (lepis), yaitu bagian yang pipih menempel rapat pada alat-alat tumbuhan misalnya daun dan tangkai daun. Misalnya sisi bawah daun durian (durio zibhetinus)

-          Bulu/rambut halus (pilus), misalnya pada daun waru (Hibiscus tiliaceus)

-

9

Rambut kelenjar (Pilus capitatus), seperti bulu tapi ujungnya mengeluarkan zat semacam resin, misalnya pada daun tembakau (Nicotiana tabacum)

  1. Emergentia, yaitu alat tambahan yang pembentukannya meliputi kulit luar dan kulit bagian dalamnya.

Yang digolongkan dalam emergentia yaitu;

-          Rambut-rambut gatal atau perangsang (Stimulus), yaitu rambut yang ujungnya mudah patah dan mengandung zat rasa gatal dan panas, misalnya terdapat pada daun kemaduh (Laportea stimulans)

-          Duri tempel (Aculeus), yaitu duri yang mudah ditanggalkan dari alat pendukungnya, misalnya pada mawar (Rosa), pohon randu (Celba pentandra).

 

Organa Accessoria mempunyai fungsi yang berbeda-beda, antara lain;

  1. Sebagai pelindung terhadap gangguan binatang, yaitu yang berupa duri dan rambut gatal
  2. Sebagai pelindung terhadap kekeringan, misalnya rambut-rambut pada kaktus
  3. Sebagai alat untuk penyerapan air dan zat makanan, yaitu bulu-bulu akar
  4. Sebagai alat untuk pemencaran biji, misalnya rambut-rambut pada biji kapas (gossipium sp.)
  5. Sebagai alat untuk pernafasan, yaitu lentisel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10

BAB   III

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN

Metamorfosis tumbuhan adalah merupakan penjelmaan atau perubahan bentuk pada tumbuhan, baik berupa akar, batang dan daun.

Metamorphosis tersebut diantaranya adalah;

  1. Gemma (Kuncup) yang menurut tempatnya terdiri dari gemma terminalis, gemma axillaris, dan gemma adventicius. Sedangkan gemma yang mengalami metamorphosis menjadi alat lain terdiri dari gemma foliifera, gemma florifera dan gemma mixta. Sedangkan terdapatnya pelindung bagi kuncup, gemma dibedakan menjadi; gemma nuddus dan gemma cllausus.
  2. Rhizoma, tuber dan bulbus
  3. Cirrhus atau alat pembelit/sulur, yang menurut asalnya alat-alat pembelit dibedakan menjadi 3, yaitu cabang pembelit, daun pembelit dan akar pembelit.
  4. Ascidium dan utriculus
  5. Spina, terdiri dari duri yang merupakan metamorphosis suatu alat dan duri yang tidak merupakan metamorphosis suatu alat.
  6. Organa accessoria, yang terdiri dari papillae, trichoma dan emergentia.

 

  1. PENUTUP

Demikianlah makalah yang kami buat, kritik dan saran kami harapkan dari para ikhwan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, amin.

 

 

 

11

DAFTAR PUSTAKA

Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Dasuki, Undang Ahmad. 1994. Bahan Kuliah Sistematik Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB.

Steenis, C.G.G.J.Van, Dr. 2003. flora. Jakarta: Pradnya Paramita.

Campbell,1999,Biologi I,Erlangga,Jakarta

http://id.wikipedia.org/wiki/metamorfosis tumbuhan, diambil tanggal 1 April 2012

About these ads